|
Buka Mata tentang Narkoba |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
 Peluncuran Situs ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan sekaligus sebagai rasa tanggung jawab moral pemerintah dalam penanggulangan maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang semakin hari semakin memprihatinkan. Kepedulian dan keikutsertaan seluruh komponen masyarakat dalam menyikapi bahaya penyalahgunaan narkoba sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat untuk senantiasa bersikap peka dan waspada dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba tersebut.
Mencermati trend perkembangan penyalahgunaan narkoba di Indonesia umumnya dan Bali khususnya saat ini menunjukkan kecenderungan yang meningkat bahkan pada ambang yang sangat mengkhawatirkan. Angka yang terungkap oleh aparat kepolisian hanya merupakan fenomena gunung es yang tampak hanya di permukaan saja. Sedangkan kedalamannya tidak terukur dan yang sangat memprihatinkan korbannya sebagian besar adalah generasi muda produktif penerus bangsa.
Apabila hal ini tidak segera diantisipasi niscaya bangsa ini akan menjadi hancur, karenanya kami berharap situs ini dapat dimanfaatkan dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan perhatian baik oleh tokoh masyarakat, LSM, Orang tua serta organisasi lain agar memiliki kesatuan pandangan dan tindakan terhadap penyalahgunaan narkoba. |
|
|
Oleh Administrator
|
|
Keputusan ada di tangan kita, memerangi narkoba atau "mengibarkan bendera putih". Memilih memerangi Narkoba, tentu ada strategi yang harus digunakan. Penanggulangan narkoba dimulai dari unit yang paling kecil, yaitu diri kita sendiri. Tak hanya diri sendiri, keluarga punya peranan sangat penting juga, kemudian lingkungan sekitar hingga peran pemerintah dalam menentukan kebijakan. |
|
|
Oleh Administrator
|
|
" Kita tak akan menunggu keluarga kita kena kasus narkoba dulu, baru kita peduli kan ?" ujar Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Komjen Pol. Mangku Pastika. Tapi sayangnya masih banyak orang yang perlu merasakan panasnya api terlebih dahulu, baru berteriak kebakaran. Haruskah demikian ......? |
|
|