|
Beberapa permasalahan dan sekaligus merupakan tantangan bagi Badan Narkotika baik Nasional maupun Daerah antara lain : 1). Operasionalisasi Satgas Sebagai suatu Badan Pemerintah yang lebih bersifat operasional, Badan Narkotika memerlukan dukungan organisasi yang memada, bukan saja untuk kegiatan operasional pencegahan terapi dan rehabilitasi serta penegakan hukum dan penelitian dan pengembangan, tetapi terutama untuk investasi pada barang-barang modal (Prasarana dan Sarana) seperti : perlengkapan perkantoran, peralatan deteksi narkoba di bandara - bandara & di pelabuhan, peralatan laboratorium dan test kit serta peralatan perlindungan dalam pengungkapan laboratorium gelap. Salah satu bentuk keterbatasan yang sangat dirasakan adalah operasionalisasi kegiatan satgas di bidang penegakan hukum, yang sangat memerlukan dukungan dari berbagai pihak. 2). Keterbatasan Sarana dan Prasarana Sebagai badan pemerintah yang baru, BNN, BNP dan BNK / Kota menghadapi permasa- lahan keterbatasan prasarana dan sarana berupa perkantoran, peralatan deteksi, per- alatan pemantauan lalu lintas orang dan barang, laboratorium, sarana panti-panti pecandu narkoba bagi mereka yang tidak mampu dan telah mendapatkan vonis rehabilitasi dari pengadila, peralatan perlindungan diri dan asuransi bagi petugas. 3). Keterbatasan Sumber daya Manusia (SDM) BNN, BNP dan BNK / Kota masih menghadapi kendala atau permasalahan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup serius, baik jumlah maupun kualifikasinya. 4). Tingkat Komitmen dan Koordinasi Permasalahan penyalahgunaan dan pengedaran gelap narkoba yang kompleks, memerlukan penanganan secara komprehensif, terpadu dan koordinasi lintas sektor. Tingkat kesadaran, perhatian, dukungan dan komitmen sebagian besar Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten / Kota terhadap permasalahan narkoba dan penanggulangannya sangat diperlukan.
|