header image
October 2008 November 2008 December 2008
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 44 1
Week 45 2 3 4 5 6 7 8
Week 46 9 10 11 12 13 14 15
Week 47 16 17 18 19 20 21 22
Week 48 23 24 25 26 27 28 29
Week 49 30
Badan Narkotika
Home
Sejarah Badan narkotika
Dasar Hukum
Visi & Misi
Tantangan
Struktur Organisasi
Tentang Narkoba
Pengertian Narkoba
Sejarah Narkoba
Ketergantungan
Jenis Narkoba
Opioid / Candu
Stimulan
Depresan
Halusinogen
Zat Berbahaya Lain
Dampak Narkoba
Akibat Kandungan Kimia
Akibat Cara Pemakaian
Dampak Penyakit
Dampak Ekonomi
Penanggulangan
Detoksifikasi / Bebas badan
Rehabilitasi / Bebas Jiwa
Strategi Penanggulangan
Penanggulangan Overdosis
Peran Individu & Keluarga
Peran Masyarakat / LSM
Peran Pemerintah
Layanan Terapi
Lembaga Pemerintah
Lembaga Swasta / LSM
Statistik Pengunjung
Situs ini telah dikunjungi oleh 69858 pengunjung
Home arrow Ketergantungan
Ketergantungan PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
ImageKetergantungan ini adalah gejala dorongan untuk menggunakan narkoba secara terus menerus, tubuh kemudian mentoleransi dan gejala putus obat apabila penggunaan dihentikan.

Istilah coba pakai, teratur pakai dan pecandu merupakan istilah-istilah tahapan seseorang ketika pakai narkoba.  Istilahnya Tahapan Kecanduan.  Dari pengalaman selama ini, tahapan sesorang ketika pakai narkoba itu adalah :

Occasional User
Menggunakan narkoba tak teratur atau coba pakai

Social / Recreational User
Menggunakan narkoba hanya pada saat tertentu, misal mengkonsumsi ekstasi saat jojing di diskotik

Psycological Dependence
Penggunaan narkoba tahap teratur pakai yang mengakibatkan ketergantungan fisik dan psikis.

Compulsive User
Pecandu Berat, pokoknya hidup untuk make.


Data Program Rumatan Methadone (PRM) RS Sanglah Denpasar menyebutkan dari sekitar 102 penyalahguna narkoba yang melakukan terapi awal, sebagian besar klien adalah pengguna yang hanya coba-coba dan menggunakan beragam obat dan zat (multi drugs).  Awal mulanya kecanduan alcohol dan tembakau (rokok). Zat awal yang menyenangkan … lalu bereksperimen mencoba narkoba lain. 

Yang disalahgunakan : Alkohol 85%, tembakau 99%, ganja 51%, Obat tidur 58%, Amphetamine (ekstasi) 45%, Shabu shabu 33%, kokain 24%, inhalan 16% dan putaw (heroin) 100%. 

Semua klien akhirnya terpuruk menyalahgunakan putaw (heroin) yang memberikan efek berbahaya lainnya yakni terinfeksi HIV / AIDS dan Hepatitis C.  Hampir sebagian penyalahguna narkoba  suntik yang sharing (menggunakan 1 jarum untuk bersama-sama) terinfeksi virus yang belum ditemukan pelumpuhnya ini.  Karena itu, salah satu alternatif dari pengurangan ketergantungan narkoba secara fisik adalah methadone, suatu substitusi heroin yang dikomsumsi oral (melalui mulut, sehingga aman dari infeksi HIV / AIDS dan Hepatitis C).

KETERGANTUNGAN FISIK
SAKAW, begitulah istilah jalanan dari sindrom putus obat bagi para pecandu Putaw.
  Sakaw adalah singkatan dari Sakit karena Putaw.  Disinilah awal kehancuran para pecandu narkoba.  Terputusnya penggunaan putaw, membuat pecandunya merasakan sakit luar biasa.  Obatnya tidak lain adalah putaw.  Ini yang disebut sebagai kecanduan fisik, salah satu akibat ketergantungan yang diakibatkan oleh narkoba.

Kecanduan fisik membuat pemakainya selalu membutuhkan zat tersebut untuk menghindari kesakitan luar biasa.  Sindroma ini sudah dapat terjadi dalam 5 atau 6 jam setelah pemakaian terakhir.  Artinya dalam  5 - 6 jam, pemakainya harus pakaw (pake putaw). Tanda-tanda kecanduan fisik :  gelisah, sakit suluruh tubuh, pusing, merinding, dsb.

KETERGANTUNGAN PSIKIS
Selain ketergantungan fisik, secara bersamaan juga bisa terjadi ketergantungan psikis akibat narkoba.  Kecanduan psikis yang terjadi akibat otak menginginkan zat itu lagi.  Nama jalannya adalah Sugest, singkatan dari kata Suggestion.  Ada sementara pendapat yang menganggap bahwa putaw jauh lebih berbahaya dibandingkan ekstasi.  Pendapat ini tentunya tidak sepenuhnya benar, karena sebenarnya keduanya sama-sama berbahaya.  Keduanya sama-sama merusak masa depan siapapun dengan segala dampak buruknya.  Putaw dan ekstasi sama-sama menyebabkan kecanduan.

Ekstasi atau clubdurgs memang hanya menyebabkan kecanduan psikis.  Tidak ada kecanduan fisik yang diakibatkan sehingga sering dianggap tidak berbahaya.  Berhenti mengkonsumsi clubdrugs tak menyebabkan pecandunya merasakan sakit luar biasa seperti sakaw yang dialami pecandu putaw.

Perlu diketahui, bahwa ekstasi, shabu-shabu dan bentuk clubdrugs lainnya merupakan buatan manusia dari bahan – bahan tertentu.  Proses pembuatannya juga sangat sederhana, tidak memerlukan teknologi yang terlalu canggih, sehingga clubdrugs bisa dibuat kapanpun, dimanapun dan dalam jumlah berapapun.  Yang membatasi produksinya hanyalah hati nurani si pembuat.  Sementara bahan pembuat putaw adalah bahan yang keluar dari pohon candu.  Jumlah yang dihasilkanpun tak banyak.  Masing-masing pohon candu hanya bisa menghasilkan zat tersebut selama seminggu dalam setahun.  Dengan demikian besar-kecilnya jumlah produk yang dihasilkan sangat ditentukan oleh keadaan alam.

Kasus kecanduan putaw sudah banyak diketahui dan dipelajari, sehingga sudah ada obat penawar khusus untuk membantu orang overdosis karena putaw. Tak hanya itu ada pula obat yang bisa berfungsi seperti putaw, Jadi putaw bisa disubstitusikan dengan beberapa jenis obat lain seperti methadon dan buprenorphin seperti subutex.  Bahkan putaw juga ada obat antagonisnya.  Kalau menggunakan obat tersebut, pemakaian putaw tidak berefek sama sekali.  Namun pada narkoba jenis shabu-shabu / ekstasi, hingga kini belum ada obat-obatan spsesifik seperti diatas.

Namun demikian jangan sekali-kali meremehkan efek negatif yang bisa diakibatkan oleh clubdrugs.  Clubdrugs dapat mengakibatkan sakit jiwa pada penggunanya.  Penggunanya bisa seolah-olah paranoid terhadap hal-hal tertentu.  Itu karena efek obat tersebut langsung menyerang sistem otak.

Baik putaw maupun ekstasi / shabu-shabu sama – sama bisa membuat kematian.  Penyalahgunaannya juga bisa menyebabkan  ganguan dalam perilaku sosial.  Dalam pemakaian putaw, dapat terjadi kecanduan fisik, atau yang umum disebut sakit karena putaw (sakaw), sedangkan pada ekstasi / shabu-shabu kecanduan fisik terjadi dengan penggunaan dosis tinggi dan penggunaan jangka panjangKecanduan psikis yang diakibatkan dalam tempo tertentu bisa mengakibatkan gangguan kejiwaan.

 

 
Login Anggota





Lupa Password?
Belum terdaftar? daftar


Jajak Pendapat
Setujukah anda Pengedar Narkoba dihukum Mati
 
Pengunjung Online