|
Stimulan adalah zat yang bila digunakan menimbulkan stimulasi atau rangsangan yang bersifat bersemangat, gembira berkhayal tinggi, percaya diri besar, dan mempunyai energi tak tebatas. Contoh narkoba yang masuk kelompok ini adalah shabu-shabu, ekstasi, dll. Kelompok stimulan mempengaruhi mekansime rangsangan antara ujung syaraf, sehingga beberapa zat terkumpul lebih banyak dari seharusnya. Dengan demikian si pemakai akan merasakan kekuatan berbelebihan dan rasa senang berlebihan pula. Jenis stimulan yang banyak disalahgunakan adalah pil ektasi atau ineks dan shabu shabu yang pada dasarnya punya rumus dasar kimia sama dengan amphitamin dengan sedikit perubahan.
Narkoba lain yang termasuk jenis stimulan adalah shabu shabu. Bentuk shabu shabu berupa kristal dan digunakan dengan cara cukup rumit yaitu butir butir kristal harus dipanaskan diatas selembar aluminium foil (atau pembungkus rokok) kemudian asapnya ditampung dalam sebuah botol dengan dua pipa. Botol yang dikenal dengan nama bong itu berisi air dimana salah satu pipa digunakan menampung asap pembakaran sedangkan satu lagi untuk menghirup gelembung-gelembung yang keluar dari cairan tersebut. Dalam ilmu kimia, cara ini dikenal sebagai proses penyulingan. Pil ekstasi berbentuk tablet dengan berbagai warna, bentuk nama dan logo. Cara pembuatannya di laboratorium gelap sehingga tergantung peralatan yang dipakai. Untuk mengkonsi ekstasi dilakukan dengan cara ditelan. Tidak lama setelah menggunakan stimulan terjadi perubahan persepsi sehingga hati jadi gembira berlebihan, keinginan bergerak dalam musik, gerakan berlebih, dan lainnya. Efek ini dapat berlangsung beberapa jam. Makanya polisi banyak melakukan operasi memberangus jenis stimulan ini di diskotek, pub, dll. Tanda lain seseorang telah menyalgunakan stimulan adalah banyak minum. Hal ini terjadi karena tubuh yang terlalu aktif sehingga butuh banyak minum. Selain itu terjadi suatu gejala dimana gigi selalu digesekkan satu dengan lain, sehingga untuk mengurangi kelelahan mereka sering menggunakan permen karet. Karena itulah penggunaan stimulan harus di bawah pengawasan dokter. Jika tidak seperti narkoba lain, ada akibat langsung dan tidak langsung, bahkan kemungkinan bisa terjadi overdosis atau kelebihan zat. Akibat paling parah, penggunaan stimulant tinggi dapat menyebabkan ketergantungan fisik. Tetapi biasanya sering terjadi ketergantungan psikis.
|