header image
October 2008 November 2008 December 2008
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 44 1
Week 45 2 3 4 5 6 7 8
Week 46 9 10 11 12 13 14 15
Week 47 16 17 18 19 20 21 22
Week 48 23 24 25 26 27 28 29
Week 49 30
Badan Narkotika
Home
Sejarah Badan narkotika
Dasar Hukum
Visi & Misi
Tantangan
Struktur Organisasi
Tentang Narkoba
Pengertian Narkoba
Sejarah Narkoba
Ketergantungan
Jenis Narkoba
Opioid / Candu
Stimulan
Depresan
Halusinogen
Zat Berbahaya Lain
Dampak Narkoba
Akibat Kandungan Kimia
Akibat Cara Pemakaian
Dampak Penyakit
Dampak Ekonomi
Penanggulangan
Detoksifikasi / Bebas badan
Rehabilitasi / Bebas Jiwa
Strategi Penanggulangan
Penanggulangan Overdosis
Peran Individu & Keluarga
Peran Masyarakat / LSM
Peran Pemerintah
Layanan Terapi
Lembaga Pemerintah
Lembaga Swasta / LSM
Statistik Pengunjung
Situs ini telah dikunjungi oleh 69854 pengunjung
Home arrow Stimulan
Stimulan PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   

Stimulan adalah zat yang bila digunakan menimbulkan stimulasi atau rangsangan yang bersifat bersemangat, gembira berkhayal tinggi, percaya diri besar, dan mempunyai energi tak tebatas.

Contoh narkoba yang masuk kelompok ini adalah shabu-shabu, ekstasi, dll.

Kelompok stimulan mempengaruhi mekansime rangsangan antara ujung syaraf, sehingga beberapa zat terkumpul lebih banyak dari seharusnya.  Dengan demikian si pemakai akan merasakan kekuatan berbelebihan dan rasa senang berlebihan pula.

ImageJenis stimulan yang banyak disalahgunakan adalah pil ektasi atau ineks dan shabu shabu yang pada dasarnya punya rumus dasar kimia sama dengan amphitamin dengan sedikit perubahan.

Narkoba lain yang termasuk jenis stimulan adalah shabu shabu.  Bentuk shabu shabu berupa kristal dan digunakan dengan cara cukup rumit yaitu butir butir kristal harus dipanaskan diatas selembar aluminium foil (atau pembungkus rokok) kemudian asapnya ditampung dalam sebuah botol dengan dua pipa.  Botol yang dikenal dengan nama bong itu berisi air dimana salah satu pipa digunakan menampung asap pembakaran sedangkan satu lagi untuk menghirup gelembung-gelembung yang keluar dari cairan tersebut.  Dalam ilmu kimia, cara ini dikenal sebagai proses penyulingan.

Pil ekstasi berbentuk tablet dengan berbagai warna, bentuk nama dan logo.  Cara pembuatannya di laboratorium gelap sehingga tergantung peralatan yang dipakai.  Untuk mengkonsi ekstasi dilakukan dengan cara ditelan.

Tidak lama setelah menggunakan stimulan terjadi perubahan persepsi sehingga hati jadi gembira berlebihan, keinginan bergerak dalam musik, gerakan berlebih, dan lainnya.  Efek ini dapat berlangsung beberapa jam. Makanya polisi banyak melakukan operasi memberangus jenis stimulan ini di diskotek, pub, dll.

Tanda lain seseorang telah menyalgunakan stimulan adalah banyak minum.  Hal ini terjadi karena tubuh yang terlalu aktif sehingga butuh banyak minum.  Selain itu terjadi suatu gejala dimana gigi selalu digesekkan satu dengan lain, sehingga untuk mengurangi kelelahan mereka sering menggunakan permen karet.

Karena itulah penggunaan stimulan harus di bawah pengawasan dokter.  Jika tidak seperti narkoba lain, ada akibat langsung dan tidak langsung, bahkan kemungkinan bisa terjadi overdosis atau kelebihan zat.

Akibat paling parah, penggunaan stimulant tinggi dapat menyebabkan ketergantungan fisik.  Tetapi biasanya sering terjadi ketergantungan psikis.

 

 
Login Anggota





Lupa Password?
Belum terdaftar? daftar


Jajak Pendapat
Setujukah anda Pengedar Narkoba dihukum Mati
 
Pengunjung Online