|
Secara garis besar, dampak yang terjadi secara medis dari penyalahgunaan narkoba terdiri dari dampak langsung karena zat aktifnya seperti perubahan kejiwaan, dampak karena cara penggunaan (dishisap, dihirup atau disuntikkan) maupun dampak dari penyakit lainnya yang mengikuti cara hidup demikian. Penyakit yang sering terjangkit pada penyalahguna narkoba antara lain : Hepatitis C Hepatitis C menyerang hati, organ penyaring yang sangat vital bagi tubuh. Diakibatkan oleh virus hepatitis C (HCV). Sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah manusia terinfeksi Hepatitis C. Penyakit ini dapat mengakibatkan kanker hati kegagalan hati hingga kematian. Infeksi ini adalah salah satu penyebab kematian orang HIV/AIDS (Odha) dan diperkirakan telah menginfeksi lebih dari 80% jumlah pengguna narkoba suntik (Injecting Drug User / IDU) di Indonesia. Banyaknya IDU yang kena hepatitis C karena perilaku penggunaan alat suntik bergantian, karena penularannya melalui darah. Banyak juga yang bukan IDU atau masyarakat umum kena hepatitis C, Hal ini dimungkinkan karena kecelakaan tertusuk jarum yang terkontaminasi HCV. Penularan lain adalah melalui sarana yang tercemar HCV, tanpa disadari.
HIV / AIDS HIV dan AIDS merupakan dua hal yang berbeda, tetapi keduanya mempunyai keterkaitan yang erat satu dengan yang lain. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Jika HIV sudah merusak kekebalan tubuh, otomatis banyak penyakit akan lebih mudah menyerang. Dalam kondisi menurunnya kondisi tubuh inilah yang disebut masa AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrome). HIV terdapat dalam cairan tubuh orang yang terinfeksi yakni darah, air mani dan cairan vagina. HIV juga bisa terdapat dalam air susu ibu. Artinya melalui sarana itulah HIV bisa menular dari satu orang ke orang lain. AKTIVITAS - AKTIVITAS YANG RENTAN BERAKIBAT PENULARAN HIV, diantaranya: - Hubungan seks ( baik anal, oral maupun vaginal ) yang tidak terlindung (tanpa kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV. - Penggunaan jarum suntik secara bergantian - Ibu hamil dengan HIV positif kepada bayi yang dikandungnya - Melakukan kontak langsung dari sarana yang terpapar HIV. Dapat terjadi secara tak sengaja. misalnya terinfeksi dari jarum suntik tak steril di rumah sakit dan sarana lainnya. Umumnya tak ada gejala khusus yang terlihat dari orang-orang yang terinfeksi HIV dalam kurun waktu 5 – 10 tahun. Meski tampak sehat, orang yang terinfeksi HIV tetap dapat menularkan HIV pada orang lain. Penularan HIV di kalangan pecandu narkoba, paling rentan terjadi dari penggunaan jarum suntik secara bergantian. Tak Cuma itu, pecandu juga rentan menularkan HIV dalam tubuhnya kepada pasangannya lewat hubungan seks. Dalam kurun waktu 5 – 10 tahun virus HIV baru akan menunjukkan gejala-gejala akibat dihancurkannya sel-sel CD4 pembentuk sistem kekebalan tubuh.
TES HIV Dapat dilakukan dengan mudah, melalui konseling. Sifat tes HIV adalah sukarela dan rahasia. ( Voluntary Courselling Testing / VCT ) Artinya setiap orang tidak bisa dipaksa melakukan tes ini. Hasil test pun bersifat sangat rahasia. Di Bali tes HIV dilakukan oleh sejumlah LSM yang kompeten, RS Sanglah dan sejumlah RSUD.
|