header image
October 2008 November 2008 December 2008
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 44 1
Week 45 2 3 4 5 6 7 8
Week 46 9 10 11 12 13 14 15
Week 47 16 17 18 19 20 21 22
Week 48 23 24 25 26 27 28 29
Week 49 30
Badan Narkotika
Home
Sejarah Badan narkotika
Dasar Hukum
Visi & Misi
Tantangan
Struktur Organisasi
Tentang Narkoba
Pengertian Narkoba
Sejarah Narkoba
Ketergantungan
Jenis Narkoba
Opioid / Candu
Stimulan
Depresan
Halusinogen
Zat Berbahaya Lain
Dampak Narkoba
Akibat Kandungan Kimia
Akibat Cara Pemakaian
Dampak Penyakit
Dampak Ekonomi
Penanggulangan
Detoksifikasi / Bebas badan
Rehabilitasi / Bebas Jiwa
Strategi Penanggulangan
Penanggulangan Overdosis
Peran Individu & Keluarga
Peran Masyarakat / LSM
Peran Pemerintah
Layanan Terapi
Lembaga Pemerintah
Lembaga Swasta / LSM
Statistik Pengunjung
Situs ini telah dikunjungi oleh 69840 pengunjung
Home arrow Dampak Penyakit
Dampak Penyakit PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   

Secara garis besar, dampak yang terjadi secara medis dari penyalahgunaan narkoba terdiri dari  dampak langsung karena zat aktifnya seperti perubahan kejiwaan, dampak karena cara penggunaan (dishisap, dihirup atau disuntikkan) maupun dampak dari penyakit lainnya yang mengikuti cara hidup demikian.

Penyakit yang sering terjangkit pada penyalahguna narkoba antara lain :

Hepatitis C

Hepatitis C menyerang hati, organ penyaring yang sangat vital bagi tubuh.  Diakibatkan oleh virus hepatitis C (HCV).  Sampai saat ini belum ditemukan  vaksin yang dapat mencegah manusia terinfeksi Hepatitis C.  Penyakit ini dapat mengakibatkan kanker hati kegagalan hati hingga kematian.

Infeksi ini adalah salah satu penyebab kematian orang HIV/AIDS (Odha) dan diperkirakan telah menginfeksi lebih dari 80% jumlah pengguna narkoba suntik (Injecting Drug User / IDU) di Indonesia.  Banyaknya IDU yang kena hepatitis C karena perilaku penggunaan alat  suntik bergantian, karena penularannya melalui darah.  Banyak  juga yang bukan IDU atau masyarakat umum kena hepatitis C, Hal ini dimungkinkan karena kecelakaan tertusuk jarum yang terkontaminasi HCV.  Penularan lain adalah melalui sarana yang tercemar HCV,  tanpa disadari.

HIV / AIDS

HIV dan AIDS merupakan dua hal yang berbeda, tetapi keduanya mempunyai keterkaitan yang erat satu dengan yang lain.  HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.  Jika HIV sudah merusak kekebalan tubuh, otomatis banyak penyakit akan lebih mudah menyerang.  Dalam kondisi menurunnya kondisi tubuh inilah yang disebut masa AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrome). 

HIV terdapat dalam cairan tubuh orang yang terinfeksi yakni darah, air mani dan cairan vagina.  HIV juga bisa terdapat dalam air susu ibu. Artinya melalui sarana itulah HIV bisa menular dari satu orang ke orang lain.

AKTIVITAS - AKTIVITAS  YANG RENTAN BERAKIBAT PENULARAN HIV, diantaranya:

-     Hubungan  seks ( baik anal,  oral maupun  vaginal ) yang  tidak  terlindung  (tanpa kondom) dengan orang yang telah  terinfeksi HIV.

-         Penggunaan jarum suntik secara bergantian

-           Ibu hamil dengan HIV positif kepada bayi yang dikandungnya

-        Melakukan kontak langsung dari sarana yang terpapar HIV. 
Dapat terjadi secara tak sengaja.  misalnya terinfeksi dari jarum suntik tak steril di rumah sakit dan sarana lainnya.

Umumnya tak ada gejala  khusus yang terlihat dari orang-orang yang terinfeksi HIV dalam kurun waktu 5 – 10 tahun.  Meski tampak sehat, orang yang terinfeksi HIV tetap dapat menularkan HIV pada orang lain.

Penularan HIV di kalangan pecandu narkoba, paling rentan terjadi dari penggunaan jarum suntik secara bergantian.  Tak Cuma itu,  pecandu juga rentan menularkan HIV dalam tubuhnya kepada pasangannya lewat hubungan seks.  Dalam kurun waktu 5 – 10 tahun virus HIV baru akan menunjukkan gejala-gejala akibat dihancurkannya sel-sel CD4 pembentuk sistem kekebalan tubuh.

TES HIV

Dapat dilakukan dengan mudah, melalui konseling.  Sifat tes HIV adalah sukarela dan rahasia. ( Voluntary Courselling Testing / VCT )  Artinya setiap orang  tidak bisa dipaksa melakukan tes ini.  Hasil test pun bersifat sangat  rahasia.   Di Bali tes HIV dilakukan oleh sejumlah LSM yang kompeten, RS Sanglah dan sejumlah RSUD.

Image
 
Login Anggota





Lupa Password?
Belum terdaftar? daftar


Jajak Pendapat
Setujukah anda Pengedar Narkoba dihukum Mati
 
Pengunjung Online