|
Oleh Administrator
|
|
Narkoba adalah barang illegal sehingga untuk mendapatkannya tidak murah dan mudah. Di sisi lain kecanduan menyebabkan perilaku obsesif kompulsif, artinya pemakai harus terus menerus mengunakan untuk menghindari sakit. Kedua hal tersebut menyebabkan harga barang tersebut di katrol setinggi mungkin, sehingga menjadi sangat mahal. Apalagi penggunaannya sering lebih dari satu kali dalam satu hari. Karena harga narkoba pada umumnya sangat mahal dan biaya perawatannya memerlukan biaya yang sangat besar, maka penyalahgunaan narkoba menimbulkan beban biaya yang sangat tinggi. Untuk mengatasi beban biaya yang sangat besar akibat ketergantungan narkoba, pemakai kerap melakukan tindakan kriminal seperti mencuri, merampok, menipu dsb. Banyak sekali tindakan kriminal yang disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba. Sebagai gambaran betapa tingginya akibat atau dampak ekonomi yang diakibatkan oleh penyalahgunaan narkoba adalah sebagai berikut : Apabila jumlah penyalahguna narkoba mencapai 1% dari penduduk Indonesia, maka terdapat 2,2 juta jiwa, dan apabila setiap penyalahguna narkoba membutuhkan biaya berobat selama 6 bulan dan rata-rata biaya Rp. 5 juta / bulan, maka ekonomi nasional akan terbebani sebesar Rp. 66 Trilyun dalam waktu 6 bulan. Angka tersebut belum termasuk biaya sosial akibat putus sekolah dan putus kerja.
|