|
Hal 1 dari 3 Rehabilitasi merupakan tahapan penting bagi pecandu narkoba untuk lepad adri ketergantungan narkoba. Pemulihan merupakan proses panjang dan sering diibaratkan perjalanan dari pikiran (adiktif) ke hati. Program ini dikenal sebagai proses pemulihan yang menekankan konversi hati dan perubahan internal. Langkah-langkahnya disesuaikan dengan tahapan proses pemulihan secara individual sekaligus mempunyai basis yang kuat dalam grup terapi dan narkoba anonimus. Prinsip - Prinsip Terapi dan Rehabilitasi 1. Tidak ada satu pengobatan yang tepat untuk semua individu, maka harus dirancang program pemulihan dan intervensi yang sesuai dengan problem dan kebutuhan masing-masing individu. 2. Kebutuhan pengobatan harus selalu tersedia. Karena tiap individu yang kecanduan narkoba dapat terjadi mendadak, maka perlu kesiapan program pemulihan / pengo- batan bagi mereka yang sedang dalam kondisi kritis. 3. Program pemulihan harus menjawab semua kebutuhan individu, bukan saja masalah ketergantungan narkobanya. Artinya pemulihan harus bersifat holistik dengan mem- pertimbagkan kebutuhan medis, psikologis, sosial, vokasional dan hukum. 4. Suatu rencana pengobatan dan pelayanan perorangan harus berkelanjutan dan harus selalu dimodifikasi untuk memastikan bahwa perencanaan sesuai dengan perubahan kepribadian tiap pasien. 5. Tetap tinggal dalam lingkungan terapi dan rehabilitasi dalam jangka waktu yang relatif panjang merupakan pendukung efektifitas pemulihan. Karena kebanyakan orang meninggalkan tempat pengobatan lebih cepat dari yang seharusny. Di dalam program sebaiknya memasukkan strategi yang dapat mengikat dan menahan pasien. 6. Konseling pribadi & kelompok serta terapi prilaku lainnya merupakan komponen yang harus diberi perhatian. 7. Pecandu yang mempunyai penyakit mental harus mendapat pengobatan untuk adiksinya dan penyakit mentalnya. 8. Detoksifikasi medis adalah sebagai tahap pertama dari pengobatan kecanduan dan hanya sedikit pengaruhnya untuk mengubah pecandu yang telah bertahun -tahun tergantung pada narkoba. Detoksifikasi medis sangat aman dalam menangani gejala psikis yang akut ataas sakaw saat menghentikan penggunaan narkoba. 9. Pengobatan yang dilakukan atas dasar sukarela lebih efektif. 10. Kemungkina kambuh di masa perawatan memerlukan pemantaun yang berkesinambungan 11. Program pengobatan sebaiknya dilengkapi dengan pencegahan untuk HIV / AID, Hepatitis B & C, TBC dan penyakit infeksi lainnya. Perlu ada konseling untuk membantu pasien mengubah sikap sehingga mereka tidak menempatkan diri pada status resiko terinfeksi. Konseling dapat membantu pasien untuk dapat mengubah sikap dan menghindarkan diri dari tingkah laku yang beresiko tinggi, juga dapat membantu pasien yang telah terinfeksi untuk dapat mengatasi penyakitnya secara mental. 12. Pemulihan dari ketergantungan narkoba adalah suatu proses panjang yang membutuhkan beberapa episode pengobatan. Seperti penyakit kronis lainnya keinginan untuk menggunakan narkoba dapat timbul kembali walaupun telah melewati tahap pengobatan.
|