|
Hal 3 dari 3
NARCOTIC ANONYMOUS Narcotic Anonymous (NA) adalah perkumpulan non profit atau sosial yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang bermasalah dengan narkoba. Mereka bertemu secar rutin untuk membantu satu sama lain agar tetap bersih, dengan tidak mempersoalkan berapa banyak atau obat apa yang dipakai, hanya fokus kepada apa yang ingin dilakukan seorang pecandu, lalu bagaimana yang lain dapat membantunya. Keanggotaan NA bersifat terbuka pada pecandu semua jenis narkoba, sebagian narkoba, atau kombinasi keduanya. Anggotanya dari berbagai lintas status sosia, agam, ekonomi, ras, etnis, gender atau kals status lainnya. Metode ini dikembangkan dari program Alcoholic Anonymous pada akhir tahun 1940-an. Pertama kali dilakukan di Los Angeles, California Amerika Serikat. Dimulai dari gerakan kecil yang kini menjadi salah satu metode tertua dan terbesar di dunia. Satu kunci keberhasilan NA adalah terapi ketergantungan antara sesama pecandu. Satu sama lain membagi pengalaman keberhasilan dan tantabngan ketika melepaskan diri dari ketergantungan narkoba. Merekamenerapkan prinsip 12 langkah dan 12 tradisi NA. Prinsip-prinsip inilah kunci program pemulihan NA. Prinsip tersebut misalnya menegaskan adanya masalah ketergantungan pada narkoba, mencari bantuan untuk mengurangi ketergantungan, melewati ujian diri sendiri, emnemukan kepercayaan diri, membuat komitmen untuk Harm Reduction, dan membantu pecandu lain yang ingin berhenti. COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPHY (CBT) CBT adalah terapi untuk para pecandu yang perilakunya susah diubah. Terapi ini menitikberatkan pada pecandu bahwa hanya diri mereka sendirilah yang bisa mengubah perilaku dari kecanduan. Dasarnya adalah karenasetiap pecandu memang ingin berhenti, namun tidak semua bisa menemukan jalan untuk pulih. Cara yang sama dengan CBT adalah Narcotic Anonymous (NA), Bedanya CBT memerlukan waktu yang lebih pendek. Ada 10 kali pertemuan dalam CBT, biasnya dilakukan dalam 3 bulan, sedangkan NA dilakukan terus menerus. Tiap sesi mebicarakan satu masala, seperti :
1. Mengenalkan format CBT 2. Cara mengatasi Masalah (Coving with Craving) 3. Menambah motivasi dan komitmen untuk berhenti (Show up motivation & commitment to stop) 4. Teknik menolak ajakan untuk memakai kembali (Refusal skill) 5. Hal-hal diluar masalah narkoba yang seolah-olah tidak terkait (seemingly irrelevant decisions) 6. Membuat perencanaan (all purpose coping plan) 7. Bagaimana memecahkan masalah (Problem solving) 8. Manajemen Kasus (Case management) 9. Bantuan dari luar (Significant other) 10. Masalah HIV / AIDS (HIV Reduction)
|