header image
December 2008 January 2009 February 2009
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 1 1 2 3
Week 2 4 5 6 7 8 9 10
Week 3 11 12 13 14 15 16 17
Week 4 18 19 20 21 22 23 24
Week 5 25 26 27 28 29 30 31
Badan Narkotika
Home
Sejarah Badan narkotika
Dasar Hukum
Visi & Misi
Tantangan
Struktur Organisasi
Tentang Narkoba
Pengertian Narkoba
Sejarah Narkoba
Ketergantungan
Jenis Narkoba
Opioid / Candu
Stimulan
Depresan
Halusinogen
Zat Berbahaya Lain
Dampak Narkoba
Akibat Kandungan Kimia
Akibat Cara Pemakaian
Dampak Penyakit
Dampak Ekonomi
Penanggulangan
Detoksifikasi / Bebas badan
Rehabilitasi / Bebas Jiwa
Strategi Penanggulangan
Penanggulangan Overdosis
Peran Individu & Keluarga
Peran Masyarakat / LSM
Peran Pemerintah
Layanan Terapi
Lembaga Pemerintah
Lembaga Swasta / LSM
Statistik Pengunjung
Situs ini telah dikunjungi oleh 103178 pengunjung
Home arrow Strategi Penanggulangan
Strategi Penanggulangan PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Index
Strategi Penanggulangan
Hal 2
Hal 3

 

Terapi Substitusi 
Terapi Substitusi adalah terapi kepada para pengguna masih sulit berhenti dari ketergantungan penggunaan putaw.  Terapi tersebut dilakukan dengan cara diminum untuk meninggalkan cara penyuntikan yang menjadi cara penularan HIV / AIDS langsung.  Di Bali ada dua macam yaitu Methadone dan Buprenorphine.  Sasarannya adalah untuk mengurangi kerugian kesehatan, sosial dan ekonomis pada seseorang dan lingkungannya.

Methadone adalah zat cair yang merupakan satu opiate sintetik (tidak alami) yang dapat menggantikan tempat dari ketergantungan putaw.  Di dalam tubuh methadone bekerja lebih lama (sekitar 24 jam), sementara selain tak legal, putaw hanya bertahan beberapa jam dalam tubuh. Methadone juga didistribusikan dengan pengwasan ketat di RSU Sanglah, Denpasar.  Layanan ini juga disediakan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Denpasar (LP Kerobokan ) dan Puskesmas Kuta.  Kini sejumlah tempat lain disiapkan untuk mendistribusikan methadone.  Methadone mengurangi resiko pecandu terinfeksi HIV / AIDS akibat kebiasaan menggunakan jarum suntik.  Pasalnya methadone diminum, langsung dihadapan dokter atau petugas klinik.  Dosis yang diberikan juga disesuaikan dengan kondisi tubuh penggunanya, dan secara perlahan terus dikurangi hingga bersih sama sekali.  Selain lebih aman untuk kesehatan, methadone juga lebih aman untuk kantong karena harganya jauh lebih murah.  Saat ini sekali minum hanya butuh Rp. 5000,- saja.

Program Rumatan Methadone (PRM) berpusat di RSUP Sanglah sejak 17 Januari 2003.  Bali dan Jakarta terpilih oleh World Health Organization (WHO) sebagai projek percontohan mengingat tingginya kasus penggunaan narkoba dengan jarum suntik di dua lokasi ini.

 Syarat untuk bisa diterima dalam program ini antara lain :

1.   Usia 18 tahun dan lebih awal,
2.   Menggunakan Heroin lebih dari 2 (dua) tahun
3.   Sudah mencoba model terapi lain namun gagal
4.   Tidak mengalami gangguan jiwa berat
5.   Tidak menderita penyakit fisik berat
6.   Mempunyai wali orang tua

Saat akan menjalakan program ini, kepada klien akan diberitahukan bahwa :
1.   Menerima konseling tentang baik buruk methadone
2.   Menerima dosis harian methadone
3.   Diminta melakukan pemeriksaan urine sewaktu waktu.

Methadone dapat diperoleh di Klinik PRM Sandat, Jalan Kesehatan Denpasar, Telp. +62 361 233858 Fax. +62 361 233892.  Buka Setiap hari kerja mulai pk. 07.30 - 12.30 Wita.  Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya buka mulai pk. 09.00 - 11.00 namun hanya untuk melayani pasien lama saja.

 

Buprenorphine, adalah zat opiat sintetik berupa pil yang mempunyai fungsi kurang lebih sama dengan methadone.  Buprenorphine didistribusikan kepada pecandu melalui pengawasan BPOM, hanya beberapa praktek dokter yang berijin khusus berhak memberikannya.    Penggunaan buprenorphine cukup aman, seperti methadone, karena diawasi ketat dan dikonsumsi secara oral.  Buprenorphine juga termasuk obat - obatan legal dengan resep dokter.  Di Bali kurang lebih 43 Dokter telah mengikuti pelatihan khusus mengenai penggunaan buprenorphine.  Beberapa tempat yang dapat menangani / menyediakan buprenorphine antara lain :
-  Poli Rumatan Methadone, dr. Nyoman Hanati, Jl. P.Aru 3, Tlp. +62 361 233858
-  Praktek dr. Made Nyandra, Apotek Gatsu Medika, Jl.Gatot Subroto Timur 45 X,
   Tlp. +62 361 413663
-  RSUD Wangaya, Jl. Kartini 133, Tlp. +62 361 222141
-  Praktek dr. Denny Thong, Apotek Hannah
    Jl. Gatot Subroto Barat 18, Tlp. +62 361 417018


PROGRAM PERTUKARAN JARUM SUNTIK
Ada kebiasaan buruk di kalangan pecandu.  Mereka biasa memakai peralatan suntik yang sama satu dengan yang lain, tanpa menyucihamakan (sterilisasi).  Tindakan ini dapat mengakibatkan penularan HIV / AIDS, Hepatitis B dan C.  Jarum suntik adalah jenis peralatan yang paling penting dalam penularan virus ini.  Menghilangkan kebiasaan menggunakan jarum suntik secara bergantian di kalangan IDU, bukanlah hal mudah.  Selain karena faktor biaya, sulitnya mendapatkan akses jarum suntik baru atau steril juga menjadi kendala.

Berangkat dari pemetaan kondisi itulah Yayasan hatihati, LSM yang bergerak dalam program pencegahan dan penanggulangan  HIV / AIDS pada tahun 2001 lalu menjalankan program percobaan pertukaran jarum suntik (Needdle Exchange Program /NEP).  Tujuannya adalah untuk membantu para pecandu mendapatkan jarum suntik baru secara mudah sehingga mereka tak harus berbagi dengan rekannya sesama pecandu.

 



 
Login Anggota





Lupa Password?
Belum terdaftar? daftar


Jajak Pendapat
Setujukah anda Pengedar Narkoba dihukum Mati
 
Pengunjung Online