header image
December 2008 January 2009 February 2009
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 1 1 2 3
Week 2 4 5 6 7 8 9 10
Week 3 11 12 13 14 15 16 17
Week 4 18 19 20 21 22 23 24
Week 5 25 26 27 28 29 30 31
Badan Narkotika
Home
Sejarah Badan narkotika
Dasar Hukum
Visi & Misi
Tantangan
Struktur Organisasi
Tentang Narkoba
Pengertian Narkoba
Sejarah Narkoba
Ketergantungan
Jenis Narkoba
Opioid / Candu
Stimulan
Depresan
Halusinogen
Zat Berbahaya Lain
Dampak Narkoba
Akibat Kandungan Kimia
Akibat Cara Pemakaian
Dampak Penyakit
Dampak Ekonomi
Penanggulangan
Detoksifikasi / Bebas badan
Rehabilitasi / Bebas Jiwa
Strategi Penanggulangan
Penanggulangan Overdosis
Peran Individu & Keluarga
Peran Masyarakat / LSM
Peran Pemerintah
Layanan Terapi
Lembaga Pemerintah
Lembaga Swasta / LSM
Statistik Pengunjung
Situs ini telah dikunjungi oleh 103037 pengunjung
Home arrow Lembaga Pemerintah arrow RKO SRI KRESNA RSJ Bangli
RKO SRI KRESNA RSJ Bangli PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rumah Sakit Jiwa Bangli milik Pemerintah Provinsi Bali ini dikenal sebagai rumah sakit untuk merawat pasien dengan gangguan jiwa, namun di Rumah Sakit ini juga menjadi tempat merawat pasien ketergantungan obat,  yang loksinya terpisah dengan tempat perawatan pasien gangguan jiwa.  Pasien Ketergantungan Obat dirawat di Ruang Ketergantungan Obat (RKO) Paviliun Sri Kresna.
 
Jenis Pelayanan yang dilakukan di RKO ini adalah :
1.   Terapi Detoksifikasi
       Detoksifikasi merupakan langkah awal proses terapi ketergantungan opioid
       dan merupakan intervensi medik jangka pendek.  Tujuan terapi detoksifikasi
       ini adalah :
       a.   Untuk mengurangi, meringankan atau meredakan keparahan gejala-gejala
              putus obat.
       b.   Untuk mengurangi keinginan, tuntutan dan kebutuhan pasien untuk
              "Mengobati dirinya  sendiri"  dengan menggunakan zat ilegal.
       c.    Mempersiapkan untuk melanjutkan proses terapi lanjutan yang dikaitkan
              dengan terapi lainnya, seperti : Therapeutic   community atau berbagai
              jenis terapi rumatan lainnya.
       d.   Menentukan dan memeriksa komplikasi fisik dan mental serta memper-
             siapkan perencanaan terapi jangka panjang, seperti HIV / AIDS, TB Paru
             atau Hepatitis.

2.   Out Patient Intensive (OPI) Program
       Terapi konvensional untuk pasien ketergantungan obat yang berobat jalan
       dapat dilakukan secara individual  maupun  berkelompok.     Program   ini
       dilakukan setiap hari selama 5 - 7 hari, sehari hanya kontak 2 -3 jam.
 
       Program ini dibuat dengan struktur yang ketat dengan kegiatan untuk :
       -    Meningkatkan ketrampilan sosialisasi
       -    Pertemuan bersifat vokasional dan didaktik
       -    Edukasi moral dan spiritual atau relegi.
 
3.   Dual Diagnosis Treatment (DDT) Program
      Dual diagnosis adalah istilah klinis untuk penyebutan diagnosis ganda
      atau multiple pada pasien ketergantungan narkoba dan terdapat gangguan
      psikiatri (jiwa) lain.  Pasien-pasien dengan kombinasi gangguan psikiatri
      dan ketergantungan obat membutuhkan terapi khusus dan guna memper-
      siapkan dirinya dalam program pemulihan yang sesuai.
 
4.   Drug Abuse  Counseling
      Adalah suatu bentuk pelayanan terapi yang difokuskan untuk mengidentifikasi
      kepada kebutuhan spesifik klien.  Di RKO Paviliun Sri Krena konseling
      dilakukan oleh Psikolog dan konselor yang telah dilatih.
 
Pelayanan di RKO Paviliun Sri Kresna diberikan/dilakukan oelh tenaga yang telah terlatih, dengan kriteria tenaga antara lain :
-   Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (Psikiater)
-   Dokter Umum terlatih
-   Psikolog
-   Konselor
-   Perawat Kesehatan Jiwa terlatih
-   Petugas Lapangan.
 
Informasi selengkapnya tentang pelayanan RKO Pav. Sri Kresna dapat diperoleh pada alamat berikut :
Rumah Sakit Jiwa Bangli
Jl. Kusumayuda No. 42 Bangli
Telp. +62 366 91073
 
 
Login Anggota





Lupa Password?
Belum terdaftar? daftar


Jajak Pendapat
Setujukah anda Pengedar Narkoba dihukum Mati
 
Pengunjung Online
Saat ini 1 pengunjung sedang online